Kriteria istri shalehah


wanita shalihah

Siapa yang tidak menginginkan seorang istri shalihah? Jawabnya tentu semua menginginkannya, nah berikut beberapa ciri istri shalihah, semoga dapat menjadi sebuah acuan bagi kita kaum adam dalam memilih pasangan hidup, dan tentu juga sebagai pengingat kaum hawa bila sekiranya telah sedikit lupa

1.Taat kepada Allah dan RasulNya

¤>Mencintai Allah s.w.t dan
Rasulullah s.a.w melebihi dari
segala-galanya.

¤> Wajib menutup aurat

¤> Tidak berhias dan berperangai
seperti wanita jahiliah

¤> Tidak bermusafir atau
bersama dengan lelaki ajnabi
kecuali ada bersamanya
mahramnya.

¤> Sering membantu lelaki dalam
perkara kebenaran, kebajikan
dan takwa

¤> Berbuat baik kepada dua ibu
bapa

¤> Senantiasa bersedekah baik itu dalam keadaan susah
ataupun senang

¤> Tidak berkhalwat dengan
lelaki ajnabi

¤> Bersikap baik terhadap
tetangga


2. Taat kepada suami

¤> Memelihara kewajiban
terhadap suami

¤> Senantiasa menyenangkan
suami

¤> Menjaga kehormatan diri dan
harta suaminya semasa suami tiada di rumah

¤> Tidak cemberut di hadapan
suami

¤> Tidak menolak ajakan suami
untuk tidur

¤> Tidak keluar tanpa izin suami.

¤> Tidak meninggikan suara
melebihi suara suami

¤> Tidak membantah suaminya
dalam kebenaran

¤> Tidak menerima tamu yang
dibenci suaminya.

¤> Senantiasa memelihara diri,
kebersihan fisikal dan
kecantikannya serta kebersihan
rumah tangga.

Adapun beberapa dalil yang menegaskan hal diatas adalah sebagai berikut :

Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-
istri kalian yang menjadi
penghuni surga yaitu istri yang
penuh kasih sayang, banyak
anak, selalu kembali kepada
suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya
dan meletakkan tangannya pada
tangan suaminya seraya
berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An- Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257.
Silsilah Al-Ahadits Ash Shahih,
Asy-Syaikh Al Albani
rahima kumullah, no. 287)

Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah aku beritakan kepadamu tentang
sebaik-baik perbendaharaan
seorang lelaki, yaitu istri shalihah
yang bila dipandang akan
menyenangkannya, bila
diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan
menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh
Muqbil rahimahullah berkata
dalam Al-Jami’ ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak halal bagi seorang istri berpuasa(sunnah) sementara
suaminya ada (tidak sedang
bepergian) kecuali dengan
izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

Rasulullah
Shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku
dapati kebanyakan penghuninya
adalah kaum wanita yang
kufur.”Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak
mensyukuri) kebaikannya.
Seandainya salah seorang dari
kalian berbuat baik kepada
seorang di antara mereka (istri)
setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang
tidak berkenan baginya) niscaya
dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama
sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah
seorang suami memanggil istrinya
ke tempat tidurnya lalu si istri
menolak (enggan) melainkan
yang di langit murka
terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436).

Rasulullah saw
menyampaikan,”Jika seorang istri itu telah menunaikan shalat lima waktu, shaum di bulan
Ramadhan, menjaga
kehormatannya,dan taat kepada
suaminya, maka akan
dipersilakan kepadanya: masuklah ke Surga dari pintu mana yang
kamu suka.” (HR Ibnu Hibban, al- Bazzar, Ahmad dan Thabrani,
Albani menyatakan
keshahihannya).

(10) Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat [1488] kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): “Masuklah kedalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam).
(11) Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-MU [1489] dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.”(QS. At-tahriim : 10-11)

[1488] Maksudnya: nabi-nabi sekalipun tidak dapat membela isteri-isterinya atas azab Allah apabila mereka menentang agama.

[1489] Maksudnya: sebaliknya sekalipun isteri seorang kafir apabila menganut ajaran Allah, ia akan dimasukkan Allah ke dalam jannah

Dan sesungguhnya apabila istri-istri kita lalai, atau khilaf ingatkanlah, dan apabila mereka bertaubat dan kembali padamu maka maafkanlah karena sungguh merekapun hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari salah dan dosa.

Semoga ini dapat menjadi tuntunan bagi kita dalam menempuh mahligai rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, amin…

Mohon kepada para alim ulama, para sarjana, para ahli dan cerdik cendekiawan untuk berkenan menambah dan membetulkan, andaikata dalam penulisan saya ini terdapat kekeliruan, kekurangan serta kekhilafan. Begitu pula saya mengharap bimbingan dan sarannya. Dalam hal ini saya sangat berterima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s