Kibr | sombong


Suatu hari saya mendengar seorang sahabat berkata ini itu dengan sombongnya, tercermin dengan jelas seolah hanya dia yang bisa. Di lain sudut saya melihat dan mendengar seorang kawan bersikap biasa saja (sebut saja namanya fakir), berkata juga biasa saja malah sering kali keluar kata-kata yang terkesan dia tidak tahu apa-apa dan terkadang mencerminkan ketidak warasan. Setelah bergaul sekian lama, barulah saya tahu kawan saya yang sering berkata sombong itu hanya sebatas itu pula pengetahuannya, sedangkan kawan saya yang sering senyum-senyum sendiri ternyata dia tersenyum geli mendengar kata-kata kesombongan itu.

Dari cerita tersebut, nyatalah bahwa di atas langit masih ada langit, dan semakin tinggi ilmu hendaknya menunduk bagaikan padi yang berisi. Satu ketika saya bertanya pada sang fakir, kenapakah engkau sembunyikan ilmumu? Dia menjawab, “Adakah yang bertanya tentang sesuatu hal kepadaku? Bila tidak ada yang bertanya mengapakah saya harus berkata-kata seolah saya pintar, padahal Allahlah Sang Maha Pintar.” Kemudian dia berkata “Andaikan saya berkata-katapun saya takut apa yang saya katakan hanya ibarat saya menggarami samudra, saya hanya berasal dari mani, dan ahirnya menjadi bangkai, dan aku selalu membawa kotoran kemanapun aku pergi, jadi apa pula yang hendak aku banggakan atas diri yang serba kotor ini?”

Kata-kata kawan saya sang fakir itu mengingatkan saya pada sebuah kisah Almuhallab bin Abi Shufrah dengan Mutharrif bin Abdullah bin Asysyikhkhier, satu ketika Almuhallab seorang kapten dari tentara Alhajjaj dengan pakaian sutra sombong dalam jalannya, ketika bertemu dengan Mutharrif di tegurnya Almuhallab “hai hamba Allah, jalan yang demikian itu di murka Allah dan Rasulullah” Almuhallab menjawab “apakah engkau belum kenal siapa saya?” Mutharrif menjawab “saya sudah tahu kepadamu asal mulanya hanya mani, ahirnya jadi bangkai dan engkau di antara itu selalu membawa kotoran (tai)”

Abul-laits assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abuhurairah r.a berkata :

Rasulullah bersabda : Telah diperlihatkan kepadaku tiga macam orang yang pertama masuk syurga, dan tiga macam orang yang pertama masuk neraka. Adapun tiga macam orang yang pertama masuk syurga, yaitu orang yang mati syahid, dan hamba sahaya yang di samping kesibukannya di dunia tidak meninggalkan ta’at kepada Tuhannya, dan orang fakir yang banyak anak keluarga dan tawadhu’. Adapun tiga macam orang yang pertama masuk neraka, maka yaitu raja yang kejam, dan orang yang tidak mengeluarkan zakat, dan orang miskin yang sombong

Kemudian dalam Al-quran dengan terang dan jelas tertulis yang artinya “Sesungguhnya mereka yang sombong untuk ta’at sebagai hambaKU, mereka akan masuk jahannam sebagai mahluk yang hina dina (QS AL-mu’min : 60)” di lain ayat disebutkan yang artinya “Dan perintah : Masuklah kamu ke pintu-pintu jahannam untuk kekal selamanya di dalamnya, itu sebusuk-busuk tempat orang yang sombong (QS Az-zumar : 72)”

Di tambahkan pula oleh sang fakir kawan saya itu, dia berkata “Kesombongan itu milik Allah, ilmu itu milik Allah, harta juga milik Allah, apa yang kita punya hanya karena rahmat Allah, dan tahukah kamu kawan dulu aku adalah orang miskin yang keras lagi sombong, maka tiada satupun kedamaian dalam hatiku, saat aku bertaubat dan bersujud tenang dan damailah hatiku, sedangkan apa yang akan aku banggakan lagi padahal aku tidak tahu apakah aku selamat atau tidak pada hari yaumul mizan, dan tahukah kamu kesombongan, riya’ adalah pangkal kehancuran karena ia bagaikan api yang membakar habis pahalamu di dunia” ketika itu saya melihat di sudut matanya menetes air matanya.

Demikianlah sahabat pembaca, tiada gunanya kesombongan, karena Allah dan Rasulnya membenci perbuatan yang demikian. Abuhurairah berkata, Nabi s.a.w bersabda : Allah Ta’ala berfirman “Kebesaran itu sarungKU dan kesombongan itu selimutKU, maka siapa akan menyaingi Aku salah satu dari dua itu, Aku buang ia dalam api neraka” dan dari Abul-laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Ka’bul Ahbar berkata “Orang yang sombong itu akan datang pada hari qiayamat berupa orang sekecil semut diliputi oleh kehinaan dari segala tempat, mereka masuk neraka, dan di beri minum dari thinatul khaabaal, yakni darah bercampur nanah dari ahli neraka”

2 responses to “Kibr | sombong

Mohon kepada para alim ulama, para sarjana, para ahli dan cerdik cendekiawan untuk berkenan menambah dan membetulkan, andaikata dalam penulisan saya ini terdapat kekeliruan, kekurangan serta kekhilafan. Begitu pula saya mengharap bimbingan dan sarannya. Dalam hal ini saya sangat berterima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s