Siksa kubur dan dahsyatnya | Tanbihul ghafilin


Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Albaraa’ bin Aazib r.a berkata : Kami bersama Nabi s.a.w keluar mengantar jenazah seorang sahabat anshar, maka ketika sampai ke kubur dan belum di masukkan dalam lahat, Nabi s.a.w duduk dan kami duduk di sekitarnya diam menundukkan kepala bagaikan ada burung di atas kepala kami, sedang Nabi s.a.w mengkorek-korek dengan dahan yang di tangannya, kemudian ia mengangkat kepala sambil bersabda : Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksa kubur dan di ulang hingga 3 kali


Lalu bersabda (yang artinya) :

Sesungguhnya seorang mu’min jika akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat (akan mati), turun padanya Malaikat yang putih-putih wajahnya bagaikan matahari, membawa kafan dari surga, maka duduk di depannya sejauh pandangan mata mengelilinginya, kemudian datang malaikat maut dan duduk di dekat kepalanya dan memanggil : Wahai ruh yang tenang baik, keluarlah menuju pengampunan Allah dan ridhoNYA Nabi s.a.w bersabda : Maka keluar ruhnya mengalir bagaikan tetesan dari mulut kendi tempat air, maka langsung di terima, dan langsung di masukkan dalam kafan dan di bawa keluar semerbak harto bagaikan kasturi yang terharum di atas bumi, lalu di bawa naik, maka tidak melalui rombongan Malaikat melainkan di tanya : Ruh siapakah yang harum ini? di jawab : “Ruh Fulan bin fulan sehingga sampai ke langit, dan di sama di bukakan pintu langit, dan di sambut oleh penduduknya dan pada tiap langit di antar oleh malaikat muqarrabun di bawa naik ke langit yang atas hingga sampai ke langit ketujuh, maka Allah berfirman : “Catatlah suratnya di illiyyin Kemudian di kembalikan ia ke bumi, sebab dari padanya Kami jadikan, dan di dalamnya Aku kembalikan dan dari padanya pula Aku keluarkan pada saatnya.” Maka kembalilah ruh ke jasad dalam kubur, kemudian datang kepadanya dua malaikat untuk menanya : Siapa Tuhanmu, maka di jawab : Allah Tuhanku, lalu di tanya : apakah agamamu, di jawab : Agamaku islam. Ditanya :bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutus di tengah-tengah kamu itu? Dijawab : Dia utusan Allah. Lalu ditanya : bagaimanakah kau mengetahui itu? Dijawab : Saya membaca kitab Allah lalu percaya dan membenarkannya. Maka terdengar suara : Benar hambaKU, maka berikan padanya hamparan dari surga serta pakaian surga dan bukakan untuknya pintu yang menuju ke surga, supaya ia mendapat bau dan hawa surga, lalu di luaskan kubur sepanjang pandangan mata kemudian datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya dan harum baunya sambil berkata : Terimalah kabar gembira, ini saat yang telah di janjikan Allah kepadamu. Lalu di tanya : Siapakah kau? Jawabnya : saya amalmu yang baik. Lalu ia berkata : ya Tuhan segerakan hari qiyamat supaya segera saya bertemu dengan keluargaku dan kawan-kawanku.

Kemudian Nabi s.a.w bersabda :

Adapun hamba yang kafir jika akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat, maka turun kepadanya Malaikat dari langit yang hitam mulanya dengan pakaian hitam, lalu duduk di mulanya sepanjang pandangan mata, kemudian datang malakul maut dan duduk di samping kepalanya, lalu berkata : “hai ruh yang jahat, keluarlah menuju murka Allah” maka tersebar di semua anggota badannya, maka di cabut ruhnya bagaikan mencabut besi dari bulu yang basah, maka terputus semua urat dan ototnya, lalu di terimanya akan dimasukkan dalam kain hitam, dan di bawa dengan bau yang sangat busuk bagaikan bangkai, dan di bawa naik, maka tidak melalui malaikat melainkan ditanya : “ruh siapakah yang yang jahat dan busuk itu?” maka di jawab : “ruh fulan bin fulan” dengan sebutan yang amat jelek sehingga sampai pada langit dunia, maka minta dibuka, tetapi tidak dibuka untuknya. Kemudian Nabi s.a.w membaca ayat “Laa tufattahu lahum abwabus samaa i, wala yad khuluunal jannata hatta yalijal jamalu fisamil khiyaath” (tidak dibukakan bagi mereka itu pintu-pintu langit dan tidak dapat masuk surga sehingga unta dapat masuk dalam lobang jarum) kemudian di perintahkan : “Tulislah orang ini dalam sijjin” kemudian dilemparkan ruhnya itu begitu saja sebagaimana ayat yang artinya “Dan siapa memperpekutukan Allah, maka bagaikan jatuh dari langit lalu disambar elang (burung) atau dilemparkan oleh angin ke dalam jurang yang curam” Kemudian dikembalikan ruh itu ke dalam jasad di dalam kubur, lalu didatangi oleh dua Malaikat yang mendudukkanya lalu menanya : Siapa Tuhanmu? Jawabnya : saya tidak tahu, lalu ditanya : bagaimana pendapatmu terhadap orang yang di utus di tengah-tengah kamu itu? Jawabnya : saya tidak tahu. Maka terdengar suara seruan dari langit : “Dusta hambaku, hamparkan untuknya dari neraka, dan sempitkan kuburnya sehingga terhimpit dan rusak tulang-tulang rusuknya” kemudian datang kepadanya seorang yang busuk wajahnya dan baunya berkata kepadanya : “Sambutlah hari yang sangat jelek bagimu, inilah saat yang telah diperingatkan Allah kepadamu” lalu ia bertanya : siapakah kau? Jawabnya : aku amalmu yang jelek. Lalu ia berkata : ya Tuhan jangan keburu hari kiamat

Alfaqih Abu Ja’far meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Umar r.a berkata : seorang mu’min jika di letakkan di kubur maka diperluas kuburnya hingga 70 hasta dan di taburkan padanya bunga dan di hamparkan sutra, dan bila ia hafal sedikit qur’an cukup untuk peneranganya jika tidak maka Allah memberikan nur cahaya penerangan yang menyerupai penerangan matahari, dan ia dalam kubur bagaikan pengantin baru, jika tidur maka tidak ada yang berani membangunkan kecuali kekasihnya sendiri. Maka ia bangun dari tidur itu bagaikan yang masih kurang masa tidurnya dan belum puas. Adapun orang kafir maka akan dipersempit kuburnya sehingga menghancurkan tulang rusuknya dan masuk ke dalam perutnya, lalu dikirim kepadanya ular sebesar leher unta, maka makan dagingnya hingga habis dan sisa tulang semata, lalu dikirim kepadanya malaikat yang akan menyiksa yaitu yang buta tuli dan bisu dengan membawa pentung dari besi yang langsung di pukulkannya, sedang malaikat itu tidak mendengar suara jeritannya dan tidak melihat keadaanya supaya tidak di kasihinya, selain itu lalu di hidangkan siksa neraka itu tiap pagi dan sore.

Abul-Laits berkata : Siapa yang ingin selamat dari siksa kubur maka harus menjaga empat dan meninggalkan empat, adapun yang harus di jaga :

  • Menjaga shalat lima waktu
  • Banyak bersedekah
  • Banyak membaca Alqur’an
  • Memperbanyak tasbih
  • Sebab semua yang empat dapat menerangi kubur dan meluaskannya. Dan yang empat harus di tinggalkan yaitu :

  • Dusta
  • Khianat
  • Adu-adu
  • Menjaga kencing, sebab Rasulullah bersabda yang artinya : jika cebok jangan sampai ada sisanya, harus bersih dan tuntas benar
  • Nabi s.a.w juga bersabda yang artinya :

    Sesungguhnya Allah tidak suka padamu empat, main-main dalam shalat dan laghu (tidak hirau), ribut dalam bacaan Qur’an, berkata jeli waktu puasa, dan tertawa di kubur

    Muhammad bin Assammaak ketika melihat kubur berkata : Kamu jangan tertipu karena tenangnya dan diamnya kubur-kubur ini, maka alangkah banyaknya orang yang sudah bingung di dalamnya, dan jangan tertipu karena ratanya kubur ini, maka alangkah jauh berbeda antara yang satu pada yang lain di dalamnya. Maka seharusnya orang yang berakal memperbanyak ingat pada kubur sebelum masuk ke dalamnya

    Sufyan Atstsauri berkata : Siapa yang sering memperingat kubur, maka akan mendapatkannya kebun dari kebun-kebun surga, dan siapa yang melupakannya maka akan mendapatkannya jurang dari jurang-jurang api neraka

    Ali bin Abi Thalib r.a berkata dalam khutbahnya : Hai hamba Allah berhati-hatilah kamu dari maut yang tidak dapat dihindari, jika kamu berada di tempat ia datang mengambil kamu, dan bila kamu lari pasti akan terpegang juga, maut terikat selalu di ubun-ubunmu, maka carilah jalan selamat, dan segera-segera sebab di belakangmu ada yang mengejarmu yaitu kubur, ingatlah kubur itu adakalanya kebun dari kebun surga, atau jurang dari jurang-jurang neraka, dan kubur itu tiap hari berkata : “Akulah rumah yang gelap, akulah tempat sendirian, akulah rumah ulat-ulat”

    Ingatlah sesudah itu ada hari yang lebih ngeri, hari di mana anak kecil segera beruban, dan orang tua bagaikan orang mabuk, bahkan ibu yang meneteki lupa terhadap bayinya, dan wanita yang hamil menggugurkan kandunganya, dan kau akan melihat orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk khamer hanya siksa Allah sangat ngeri dan dahsyat

    Ingatlah bahwa sesudah itu ada api neraka yang sangat panas dan curam dalam, perhiasannya besi, dan airnya darah bercampur nanah, maka kaum muslimin sama menangis. Dan disamping itu ada surga yang luasnya selebar langit dan bumi, tersedia untuk orang-orang yang taqwa. Semoga Allah melindungi kami dari siksa yang pedih, dan menempatkan kami dalam darunna’iem (surga yang serba kenikmatan)

    Usaid bin Abdirrahman berkata : Saya telah mendapat keterangan bahwa seorang mu’min jika mati dan diangkat, ia berkata : Segerakan aku, dan bila telah dimasukkan dalam lahat, bumi berkata kepadanya : “Aku kasih kepadamu ketika di atas punggungku, dan kini aku lebih sayang kepadamu”. Dan bila orang kafir mati lalu diangkat jenazahnya ia berkata : Kembalikan aku dan bila diletakkan di lahatnya, bumi berkata kepadanya : “Aku sangat benci kepadamu ketika kau di atas punggungku, dan kini aku lebih benci lagi kepadamu”

    Utsman bin Affan r.a ketika berhenti di atas kubur ia menangis, maka ditegur : “Engkau jika menyebut surga dan neraka tidak menangis, tapi kau menangis karena kubur? Jawabnya : Rasulullah bersabda :

    Kubur itu pertama tempat yang menuju akhirat, maka bila selamat dalam kubur, maka yang dibelakangnya lebih ringan, dan jika tidak selamat dalam kubur maka yang di belakangnya lebih berat dari padanya

    Abdul-Hamid bin Mahmud Almughli berkata : ketika saya duduk bersama Ibn Abbas r.a tiba-tiba datang kepadanya beberapa orang dan berkata : Kami rombongan haji, dan bersama kami ini ada seorang yang ketika sampai di daerah Dzatishshahifah tiba-tiba ia mati, maka kami siapkan segala keperluannya, dan ketika kami menggali kubur tiba-tiba ada ular sebesar lahat, maka kami biarkan dan menggali lain tempat juga ada ular, dan kini kami bertanya kepadamu bagaimanakah harus kami perbuat terhadap jenazah itu? Jawab Ibn Abbas : Itu dari amal perbuatannya sendiri, lebih baik kamu kubur saja, demi Allah andaikan kamu menggali bumi ini semua niscaya akan kamu dapatkan ular di dalamnya. Maka mereka kembali dan mengubur mayit itu di salah satu kubur yang sudah di gali itu, dan ketika mereka kembali ke daerahnya mereka pergi kekeluarganya untuk mengembalikan barang-barangnya sambil tanya kepada istrinya apakah amal perbuatan yang dilakukan oleh suaminya? Jawab istrinya : Dia biasa menjual gandum dalam karung, lalu ia mengambil sekedar untuk makannya sehari, dan menaruh tangkai gandum itu ke dalam karung seberat apa yang di diambilnya itu

    Abul-Laits berkata : Berita ini menunjukkan bahwa khianat itu salah satu sebab siksa kubur, dan apa yang mereka lihat itu sebagai peringatan jangan sampai khianat

    Ada keterangan bahwa bumi ini tiap hari berseru sampai lima kali :

  • Hai anak Adam, kau berjalan di atas punggungku dan kembalimu di dalam perutku
  • Hai anak Adam, kau makan berbagai macam di atas punggungku dan kau akan di makan ulat di dalam perutku
  • Hai anak Adam, kau bergembira di atas punggungku dan akan berduka di dalam perutku
  • Hai anak Adam, kau berbuat dosa di atas punggungku, maka akan tersiksa di dalam perutku
  • Amr bin Dinar berkata : Ada seorang penduduk kota madinah yang mempunyai saudara perempuan di ujung kota, maka sakitlah saudaranya itu kemudian mati, maka setelah diselesaikan persiapanya dibawa ke kubur, kemudian setelah selesai mengubur dan kembali pulang ke rumah ia teringat pada kantong yang dibawa dan tertinggal dalam kubur, maka ia minta bantuan orang untuk menggali kubur itu kembali, dan sesudah digali di ketemukan kantongnya, ia berkata kepada orang yang membantunya itu : Tolong kau minggir sebentar sebab saya ingin mengetahui bagaimana keadaan saudaraku ini, maka dibuka sedikit lahatnya, tiba-tiba dilihat kuburnya menyala api, maka segera ia meratakan kubur itu, dan kembali kepada ibunya, bertanya : Bagaimana kelakuan saudaraku dahulu? Ibunya memberitahu bahwa saudaranya itu biasa mengahirkan shalatnya dari waktunya juga teledor dalam kesucian, dan diwaktu malam sering mengintai rumah-rumah tetangga untuk mendengarkan bicara-bicara mereka lalu disampaikan kepada orang lain sehingga mengadu-adu antara mereka, dan itulah siksa kubur.

    Karena itu siapa yang ingin selamat dari siksa harus menjauhkan diri dari sifat namimah adu-adu (mengadu domba di antara tetangga dan orang lain), supaya selamat dari siksa kubur dan mudah baginya menjawab pertanyaan Malaikat Munkar Nakir

    Alabarra’ bin Aazib r.a berkata : Nabi s.a.w bersabda :

    Seorang mu’min jika ditanya dalam kubur, maka ia langsung membaca : Asyhadu an laa ilaaha illallah wa anna Muhammad abduhu warasuluhu, maka itulah yang tersebut dalam firman Allah : Yutsabbitullahul ladziina aamanu bil qaulits tsaabiti filachayaatiddun yaa wafil aakhirah (Allah menetapkan orang-orang yang beriman dengan kalimat yang teguh di mana hidup di dunia dan di akhirat)

    Dan ketetapan itu terjadi dalam tiga masa :

  • Ketika melihat Malakul maut
  • Ketika menghadapi pertanyaan Malaikat Munkar Nakir
  • Ketika menghadapi hisab di hari qiyamat
  • Dan ketetapan ketika melihat Malaikat Maut dalam tiga hal :

  • Terpelihara dari kekafiran, dan mendapat taufiq dan istiqamah dalam tauhid sehingga keluar ruhnya dalam islam
  • Diberi selamat oleh Malaikat bahwa ia mendapat rahmat
  • Melihat tempatnya di surga
  • Dan ketetapan dalam kubur juga ada tiga hal :

  • Diberi ilham oleh Allah untuk menjawab dengan jawaban yang diridhai Allah
  • Hilang rasa takut dan gentar
  • Melihat tempatnya di surga sehingga kubur menjadi salah satu kebun surga
  • Adapun ketetapan ketika hisab juga dalam tiga hal :

  • Allah memberinya ilham sehingga dapat menjawab segala pertanyaan dengan benar
  • Mudah dan ringan hisabnya
  • Diampunkan segala dosanya
  • Ada juga yang menyatakan bahwa ketetapan itu dalam empat masa :

  • Ketika mati
  • Didalam kubur sehingga dapat menjawab pertanyaan tanpa gentar atau takut
  • Ketika hisab
  • Ketika berjalan di atas shirat sehingga berjalan bagaikan kecepatan kilat
  • Jika ditanya tentang soal kubur bagaimanakah bentuknya? Maka Ulama telah membicarakan dalam berbagai pendapat. Sebagian berkata, pertanyaan itu hanya kepada ruh tanpa jasad, dan disaat itu ruh masuk ke dalam jasad hanya sampai di dada. Pendapat lain berkata, ruhnya di antara jasad dan kafan. Dan yang sebaiknya seorang mempercayai adanya pertanyaan dalam kubur tanpa menanyakan dan sibuk dengan caranya. Maka bila ada orang menolak adanya soal Munkar Nakir dalam kubur, maka penolakannya dari dua jalan :Mereka berkata : Ia tidak mungkin menurut perkiraan akal, sebab menyalahi kebiasaan tabiat alam. Atau ia berkata : Tidak ada dalil yang menguatkan. Pendapat pertama berarti meniadakan kenabian dan mu’jizat, sebab para Nabi itu semuanya dari manusia biasa dan tabiat mereka sama, tetapi mereka telah dapat bertemu dengan Malaikat dan menerima wahyu, bahkan laut telah terbelah untuk Nabi Musa a.s demikian pula tongkatnya menjadi ular, semua kejadian itu menyalahi tabiat alam, maka orang yang menolak semua itu berarti keluar dari Islam. Jika ia berkata : Tidak ada dalil, maka hadits-hadits yang kami terangkan sudah cukup untuk menjadi alasan bagi orang yang akan mau terima.

    Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Said bin Al-musayyab dari Umar r.a berkata : Rasulullah s.a.w bersabda (yang artinya) :

    Jika seorang mu’min telah masuk ke dalam kubur, maka di datangi oleh dua Malaikat yang menguji dalam kubur, lalu mendudukkannya dan menanyainya, sedang ia mendengar suara derap sandal sepatu mereka ketika kembali, lalu di tanya oleh kedua Malaikat itu : Siapa Tuhanmu, dan apakah agamamu, dan siapa Nabimu, lalu di jawab : Allah Tuhanku, dan agamaku Islam, dan Nabiku Muhammad s.a.w. Lalu Malaikat berkata : Allah yang menetapkan mereka dalam kalimat hak. Adapun orang kafir maka Allah menyesatkan mereka tidak memberi petunjuk taufiq pada mereka, sehingga ketika di tanya Malaikat : Siapa Tuhanmu, apa agamamu, dan siapa Nabimu, maka jawab orang kafir atau munafik : tidak tahu. Maka oleh Malaikat di katakan : Tidak tahu, maka langsung di pukul dengan pentung, sehingga jeritan suaranya terdengar semua yang di alam kecuali jin dan manusia. (Dan andai di dengar oleh manusia pasti pingsan)

    Abu Hazim dari Ibn Umar r.a berkata : Rasulullah s.a.w bersabda kepada Umar : Bagaimanakah kau hai Umar jika di datangi oleh kedua Malaikat yang akan mengujimu di dalam kubur yaitu Munkar Nakier, hitam keduanya, kebiru-biruan siung keduanya mengguris bumi, sedang rambut keduanya sampai ke tanah dan suara keduanya bagaikan petir yang dahsyat, dan matanya bagaikan kilat yang menyambar? Umar bertanya : Ya Rasulullah apakah ketika itu saya cukup sadar sebagaimana keadaanku sekarang ini? Jawab Nabi s.a.w : Ya, berkata Umar : Jika sedemikian maka saya selesaikan keduanya dengan izin Allah. Nabi s.a.w bersabda : sesungguhnya Umar seorang yang mendapat taufiq.

    Abul-Laits berkata : Saya telah di beritahu oleh Abul-Qasim bin Abdurrahman bin Muhammad Asysyabadzi dengan sanadnya dari Abuhurairah r.a berkata : Nabi s.a.w bersabda :

    Tiada seorang yang mati melainkan ia mendengkur yang didengar oleh semua binatang kecuali manusia, dan andaikata ia mendengar pasti pingsan, dan bila dihantar ke kubur, maka jika shalih berkata : Segerakan aku, andaikan kamu mengetahui apa yang di depanku dari pada kebaikan niscaya kamu akan menyegerakan aku. Dan bila ia tidak baik maka berkata : jangan keburu, andaikan kamu mengetahui apa yang di depanku dari pada bahaya niscaya kamu tidak akan keburu. Kemudian jika telah di tanam dalam kubur, di datangi oleh dua malaikat yang hitam kebiru-biruan datang dari arah kepala, maka ditolak oleh shalatnya : Tidak boleh datang dari arahku sebab adakalanya ia semalam tidak tidur karena takut dari saat yang seperti ini, lalu datang dari bawah kakinya, maka di tolak oleh baktinya kepada kedua orang tua : jangan datang dari arahku, karena ia biasa berjalan tegak karena takut dari saat yang seperti ini, lalu datang dari kanannya, maka di tolak oleh sedekahnya : Tidak boleh datang dari arahku karena ia biasa sedekah karena takut dari saat yang seperti ini, lalu ia datang dari kirinya maka di tolak oleh puasanya : Jangan datang dari arahku, karena ia biasa lapar dan haus karena takut dari saat seperti ini. Lalu ia di bangunkan bagaikan dibangunkan dari tidur. Lalu ia ditanya : Bagaimana pendapatmu tentang orang yang membawa ajaran kepadamu itu? Ia tanya : siapakah itu? Dijawab : Muhammad s.a.w. Maka di jawab : Saya bersaksi bahwa ia utusan Allah. Lalu berkata kedua Malaikat itu : Engkau hidup sebagai orang mu’min, dan mati juga mu’min. Lalu di luaskan kuburnya, dan dibukakan baginya segala kehormatan yang dikaruniakan Allah kepadanya. Semoga Allah memberi kita taufiq dan dipelihara serta di hindarkan dari hawa nafsu yang menyesatkan, dan menyelamatkan kami dari siksa kubur, karena Nabi s.a.w juga berlindung kepada Allah dari siksa kubur

    A’isyah r.a berkata : Saya dahulunya tidak mengetahui adanya siksa kubur sehingga datang kepadaku seorang wanita Yahudi minta-minta, dan sesudah saya beri, ia berkata : Semoga Allah melindungi kamu dari siksa kubur. Maka saya kira keterangannya itu termasuk tiruan kaum Yahudi, lalu saya ceritakan kepada Nabi s.a.w. Maka Nabi s.a.w memberitahu kepadaku bahwa siksa kubur itu hal benar, maka seharusnya seorang muslim berlindung kepada Allah dari siksa kubur, dan bersiap sedia untuk menghadapi kubur dengan amal yang shalih, sebab selama ia masih hidup maka Allah telah memudahkan baginya segala anak shalih. Sebaliknya bila ia telah masuk dalam kubur, maka ia akan ingin kalau dapat di izinkan untuk melakukan satu hasanat saja, tetapi tidak di izinkan, sehingga ia sangat menyesal.

    Karena itu seorang yang berakal harus berfikir dalam hal orang-orang yang telah mati, karena orang-orang yang telah mati itu, mereka sangat ingin kalau dapat akan shalat dua raka’at, berdzikir dengan tasbih, tahmid, dan tahlil, sebagaimana ketika di dunia, tetapi tidak diizinkan, lalu mereka heran kepada orang-orang yang masih hidup menghambur-hamburkan waktu dalam permainan dan kelalaian semata.

    Saudaraku, jagalah dan siapkan harimu, sebab ia sebagai pokok kekayaanmu, selama engkau memperhatikan pokok kekayaanmu, maka mudah bagimu mendapatkan atau mencari untung laba, sebab kini dagangan akhirat agak sepi dan tidak laku, karena itu rajin-rajinlah kau mengumpulkan sebanyak mungkin, sebab akan tiba masa dagangan itu sangat berharga, sebab pada saat ia berharga, maka kau tidak akan dapat mencari atau mencapainya.

    Kami mohon semoga Allah memberi taufiq untuk bersiap-siap menghadapi saat kebutuhan, dan jangan sampai menjadikan kami dari golongan yang menyesal sehingga ingin kembali ke dunia tetapi tidak di izinkan, juga semoga Allah memudahkan atas kami sakaratul maut, dan kesukaran kubur, demikian pula pada semua kaum muslimin dan muslimat. Aamin ya Rabbal ‘aalamin. Hasbunallah wani’mal wakiel, walachaula wala quwwata illa billahil ‘aliyil ‘adhiem….

    Mohon kepada para alim ulama, para sarjana, para ahli dan cerdik cendekiawan untuk berkenan menambah dan membetulkan, andaikata dalam penulisan saya ini terdapat kekeliruan, kekurangan serta kekhilafan. Begitu pula saya mengharap bimbingan dan sarannya. Dalam hal ini saya sangat berterima kasih

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s