Mengabaikan Dunia atau Menolaknya


Abul-laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Zaid bin Tsabit r.a berkata : Nabi s.a.w bersabda :


من كا نت نيبه الاخرةجمعى الله شمله وجعل غناه فى قلبه وأتته الدنيا وهى راغمة ومن كانت نيته الدنيافرق الله عليه امره وجعل فقره بين عينيه ولم يأته من الدنياالا ماكتب الله له‎

Siapa yang niatnya ke akhirat maka Allah akan menghimpun baginya semuanya, dan dijadikan kaya hati, dan datang kepadanya dunia merendah diri. Dan siapa yang niatnya dunia maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, dan menjadikan kemiskinannya selalu membayang di ruang matanya dan tidak akan datang kepadanya dunia kecuali yang ditentukan baginya

Dari Al-Aswad bin Qays berkata, saya telah mendengar Jundub berkata, Umar r.a masuk kepada Nabi saw sedang Nabi saw di atas tikar yang telah berbekas di pinggangnya, maka menangis Umar r.a melihat keadaan itu, maka Nabi saw bersabda, Apakah yang menyebabkan engkau menangis ya Umar? Jawabnya, Saya teringat pada raja, kaisar dengan segala kemewahan dunianya sedang engkau utusan Allah sehingga berbekas di pinggangmu garis-garis tikar, maka sabda Nabi saw, Mereka kaum yang telah diberi kontan kesenangan mereka di dunia, dan kami kaum yang ditunda kesenangan kami di akhirat

Dari Ali r.a berkata, Sesungguhnya yang saya khawatirkan atas kamu hanya dua, panjang angan-angan dan menurutkan hawa nafsu, sebab panjang angan-angan itu melupakan akhirat dan menurutkan hawa nafsu itu menghalangi (menentang) hak, sedang dunia sudah berjalan membelakangi kami dan akhirat akan tiba kepada kami, dan masing-masing ada mempunyai anak-anak, maka jadilah kamu dari anak-anak akhirat, dan jangan menjadi anak-anak dunia, maka sesungguhnya hari ini beramal dan tidak ada hisab sedang kelak hisab tidak ada amal. Yakni sebanyaklah amal sekarang, sebab kamu tidak dapat beramal pada hari esok.

Alhasan Al-bashri berkata saya mencari khutbah Nabi saw tiap jumat selama empat puluh tahun, tidak bertemu tiba-tiba saya mendapat berita bahwa itu ada pada seorang sahabat Anshar, dan ketika di temui ialah Jabir bin Abdillah r.a. Maka saya bertanya, apakah benar engkau telah mendengar khutbah Nabi saw yang dibaca tiap jumat? Jawabnya, ya saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda :


يا أيهاالناس ان لكم معالمى فانتهو االى معا لمكم وان لكم نها ية فانتهو االى نها يتكم و ان العبد المؤ من بين مخا فتين بين أجل قد مضى لا يدرى ماالله صا نع به وبين اجل قد بقي لايدرى ماالله قاض فيه فليتزود العبد من نفسه لنفسه ومن حياته لمو ته ومن شبابه لكبره ومن دنياه لاخرته فإن الدنيا خلقت لكم و أنتم خلقتم للاخرةفو الذي نفسى بيده مابعدالموت من مستعتب ولا بعد الدنيادارالاالجنةاوالنار. اقول قولى هذاوأستغفرالله لى ولكم


Hai orang-orang, sesungguhnya untuk kamu telah ada petunjuk-petunjuk maka berhentilah pada petunjuk-petunjuk jalan itu, dan kamu juga mempunyai batas maka berhentilah (ikutilah) batas-batas yang telah ditentukan bagimu itu. Sesungguhnya seorang hamba yang mu’min berada di antara dua ketakutan, antara ajal masa yang lalu, ia tidak mengetahui bagaimana Allah akan berbuat kepadanya, dan masa yang akan datang juga tidak mengetahui apa yang terjadi pada dirinya. Karena itu tiap orang harus berbekal untuk kepentingan dirinya sendiri dari masa hidupnya untuk matinya, dari masa mudanya untuk masa tuanya, dari dunianya untuk akhiratnya. Maka dunia ini dijadikan untuk kamu, dan kamu dijadikan untuk akhirat. Demi Allah yang jiwaku ada di tanganNYA sesudah mati tidak ada jalan utuk taubat, dan sesudah dunia tidak ada tempat kecuali surga atau neraka. Saya ucapkan kata-kataku ini dan aku mohon ampun kepada Allah untukku dan untukmu

Abul-Laits berkata, Siapa yang sempurna akal, maka ia sela dengan sederhana di dunia, dan tidak sibuk memperbanyak, dan sibuk beramal untuk akhirat, sebab akhirat itulah tempatnya ni’mat, kekal sedang dunia akan rusak tipuan dan fitnah

Juwaibir meriwayatkan dari Adhdhahhak berkata, Ketika Allah telah menurunkan Adam dan Hawa ke bumi, lalu dapat merasakan bau basi, dan kehilangan bau surga, pingsanlah keduanya selama empat puluh hari karena sangat basinya dunia ini

Rasulullah saw bersabda :


يا عجباكل العجب للمصدق بدارالخلود وهو يعمل لدارالغرور

Sungguh sangat heran ajaib bagi orang seorang yang percaya kepada tempat yang kekal abadi kemudian ia masih sibuk dengan tempat tipuan dan sementara

Nabi Ibrahim as ketika ditanya mengapa Allah menjadikan engkau khalifah, jawabnya : karena tiga macam

1. Tiada aku di suruh memilih dua macam melainkan aku pilih yang untuk Allah dari yang lain-lainnya.

2. Aku tidak pernah risau hati terhadap apa yang dijamin oleh Allah dalam urusan rizqiku.

3. Tidak pernah makan siang atau malam melainkan bersama tamu

Seorang bijak berkata, kehidupan hati itu dengan empat, Ilmu, Ridha, Qana’ah, dan Zuhud. Maka ilmu yaitu yang menimbulkan ridha, dan ridha menyampaikan kepada qana’ah (teriman) dan qana’ah menyampaikan kepada zuhud (tidak rakus kepada dunia), dan zuhud ada tiga tingkat, 1. Mengenal dunia dan meninggalkannya, 2. Ibadat kepada Allah dengan adab, 3. Rindu kepada akhirat dan berusaha mencapainya.

Yahya bin Mu’adz Arrazi berkata, Hikmat itu turun dari langit masuk ke dalam semua hati kecuali hati yang ada empat macam, yang condong kepada dunia, risau untuk esok hari, hasut kepada saudara, dan ingin kepada pangkat kedudukan

Yahya juga berkata, Seorang yang sempurna akal yaitu yang berbuat tiga, meninggalkan dunia sebelum di tinggalkannya, dan membangun kubur sebelum di masukinya, dan mengerjakan apa yang di ridhai Allah sebelum menghadap kepadaNYA

Ali bin Abi Thalib r.a berkata, siapa yang menghimpun enam macam berarti telah benar-benar berusaha untuk mendapat surga dan lari dari api neraka. Mengenal Allah lalu mentaatiNYA, dan mengenal syaithan lalu menentangnya. Mengenal hak lalu mengikutinya dan mengenal batil lalu menhindarinya. Mengenal dunia lalu mengabaikannya dan mengenal akhirat lalu berusaha untuk mencapainya

Ja’far Assadiq dari Muhammad Albaaqir dari Ali Zainul Abidin dari Alhusain bin Ali r.a berkata, Rasulullah saw bersabda :

يا علي اربع خصا ل من الشقاء جمود العين وقسا وة القلب وحب الدنيا وبعدالامل

Hai Ali, empat macam tanda celaka : 1 kering air mata, 2. Keras hati, 3. Cinta dunia, 4. Jauh angan-angan

Rasulullah saw telah bersabda :


لوكانت الدنيا تعدل عند الله جناح بعو ضة ماسق كافرامنهاشربة ماء

Andaikan dunia ini di sisi Allah menyamai nilai satu sayap nyamuk maka tidak akan diberikan kepada orang kafir walau seteguk air

Rasulullah saw bersabda :

Dunia sebagai penjara bagi orang mu’min dan kubur bagaikan bentengnya, dan surga tempat tinggalnya. Dan dunia ini sebagai surga bagi orang kafir, sedang kubur sebagai penjaranya dan neraka tempat tinggalnya

Maksudnya, seorang mu’min meskipun adakalanya mewah dan ni’mat, tetapi jika dibanding dengan ni’mat dan kemewahan yang disediakan untuknya di surga, maka seolah-olah ia berada dalam penjara, sebab seorang jika mati dan diperlihatkan kepadanya surga dan kemuliaan yang ada di dalamnya, ia sadar bahwa selama di dunia seolah-olah dalam penjara. Sedang seorang kafir jika mati dan di perlihatkan kepadanya hukuman-hukuman dalam neraka, maka ia merasa bahwa ia tadinya dalam surga. Karena itu seorang yang berakal tidak akan merasa gembira dalam penjara dan tidak akan mencari kesenangan dalam penjara, maka seorang yang berakal harus memperhatikan apa yang telah dijelaskan Allah mengenai dunia dalam ayat-ayat Alqur’an, sebab dalam ayat Alqur’an dan sabda Nabi saw cukup perumpamaan yang jelas supaya orang mu’min jangan tertipu oleh dunia


إنما مثل الحيوة الدنيا كماء أنزلنه من السماء فاختلط به. نبات الارض مما يأ كل الناس والأنعم حتى إذا أخذت الأرض زخرفها وازينت وظن أهلها أنهم قدرن عليها أتها أمرنا ليلا أونهارا فجعلنها حصيدا كأن لم تغن بالأمس. كذلك نفصل الأيت لقوم يتفكرون‏

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan dunia itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir (QS Yunus : 24)

Rasulullah saw didatangi seorang dari syam, maka ditanya oleh Nabi saw tentang luas tanah mereka dan berbagai keni’matan yang mereka rasakan, lalu ditanya oleh Nabi saw lalu kamu berbuat apakah? Jawabnya, kami membuat berbagai macam makanan untuk kami makan. Ditanya, kemudian jadi apa? Jawabnya, sebagaimana yang telah engkau ketahui ya Rasulullah (yakni kencing dan kotoran) maka sabda Nabi saw, maka demikianlah perumpamaan dan contoh dunia ini

Yahya bin Mu’adz Arrazi berkata, Dunia ini bagaikan ladang Tuhan Rabbul ‘alamin, dan manusia sebagai tanamannya, sedang maut itu bagaikan cangkulnya, dan malakul maut itu sebagai pengetamnya, dan kubur sebagai lumbungnya, dan kiamat sebagai lesungnya, dan surga atau neraka tempat pemuasnya, sebagian dalam surga dan sebagian dalam neraka sa’ir.

Luqman Alhakim berkata kepada putranya, hai anak sesungguhnya dunia ini adalah lautan yang sangat dalam dan telah tenggelam di dalamnya kebanyakan manusia, kareni itu jadikan perahu (bahteramu) di dunia ini taqwa kepada Allah

Sesungguhnya ada hamba-hamba Allah yang cerdas cendekia telah menceraikan dunia, dan takut dari fitnahnya (tipu daya). Mereka memperhatikan benar-benar segala akibatnya, dan ketika telah mengerti bahwa dunia ini bukan tempat hidup yang abadi maka mereka menjadikan dunia ini sebagai bahteranya. Maka amal shalih itulah yang menjadi barang dagangan, dan kerajinan beramal sebagai keuntungannya, dan hari-hari sebagai gelombangnya, dan tawakkal sebagai naungannya, dan kitab Allah penunjuknya, dan menahan hawa nafsu sebagai tali ikatnya, dan maut itu ujungnya, dan kiamat sebagai pasarannya, dan Allah pemiliknya.

Alfaudhail bin Iyaadh berkata, Pada hari kiamat kelak akan tiba dunia berlagak dengan keindahannya lalu berkata, Ya Tuhan jadikanlah aku rumah untuk sebaik-baik hambaMU. Jawab Allah, Akutidak rela kamu menjadi rumah mereka, jadilah kamu sebagai debu yang berhamburan, maka seketika itu menjadi debu yang berhamburan.

Ibn Abbas r.a berkata, Pada hari kiamat kelak akan dihadapkan dunia ini berupa wanita tua yang ompong keriput tampak gigi siungnya, jelek rupanya, tiada seorang yang melihatnya melainkan membencinya, maka ia melihat orang-orang lalu orang-orang itu ditanya, Apakah kamu kenal pada ini? Jawab mereka, Na’udzu billah jangan sampai kenal padanya. Lalu diberi tahu bahwa itu dunia yang dahulu kamu berebut, berbangga dan berperang karenanya

Di lain riwayat, kemudian diperintahkan supaya dilempar ke dalam neraka, lalu ia bertanya, dimanakah pengikutku dan sahabat-sahabatku, maka ikut semuanya

Abul-Laits berkata, sebenarnya dunia ini tidak berdosa dan tidak ada siksa baginya, tetapi sengaja dilempar ke dalam neraka untuk menunjukkan kehinaannya di sisi Allah, sebagaimana berhala-berhala yang dimasukkan ke dalam neraka, sebagaimana firman Allah

إنكم وما تعبدون من دون الله حصب جهنم أنتم لها وردون

Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya

Maka seharusnya seorang mu’min beramal untuk akhirat, dan tidak melulu sibuk dunia, kecuali sekadar apa yang menjadi kepentingan yang lazim dan utama, tanpa menggantungkan hati dan fikiran padanya.

Siapa yang telah meresap dalam hatinya cinta dunia maka terikat hatinya dengan tiga :

  • Kesibukan yang tidak akan terlepas kepuasannya
  • Angan-angan yang tidak ada ujung puncaknya
  • Kerakusan yang tidak dapat mencapai kekayaan atau kecukupannya.
  • Sedang dunia dan akhirat sama-sama kejar mengejar, maka siapa yang mengejar akhirat dikejar oleh dunia sehingga menerima cukup daripadanya rizqinya, dan siapa mengejar dunia dikejar oleh akhirat sehingga tiba matinya yang mencekik dengan tiba-tiba dan mendadak

    Ibrahim bin Yusuf dari Kinanah berkata, Abu Hazim berkata, aku dapatkan dunia ini dua macam. Sesuatu yang untukku tidak akan terlepas dari padaku, dan sesuatu yang untuk lain orang, maka tidak akan dapat aku kejar. Allah telah menolak lain orang hakku, sebagaimana menolak hak lain orang dari padaku. Maka di dalam bagian yang mana aku harus menghabiskan umur hidupku. Juga aku dapatkan apa yang telah diberikan kepadaku dari dunia ini dua macam, yang satu akan terlepas dari padaku sebelum ajalku, maka aku tidak berdaya untuk mempertahankannya, dan yang lain akan tetap ada padaku sehingga matiku sehingga aku tinggalkan kepada lain orang. Maka di dalam yang mana aku harus melanggar Tuhan untuk mendapatkannya.

    Al-A’masy dari Sufyan dari guru-gurunya berkata, Sa’ad bin Abi Waqqash r.a masuk ke tempat Salman Alfarisi sedang sakit maka menangislah Salman. Ditanya oleh Sa’ad, mengapa engkau menangis hai Abu Abdillah, Rasulullah saw ketika meninggal ridha kepadamu. Jawabnya, aku tidak menangis karena takut mati atau karena rakus kepada dunia, tetapi Rasulullah saw telah berpesan kepada kami, Hendaklah membawa bekal salah satu kamu dari dunia ini seperti bekal orang bepergian. Sedang di sekelilingku ini macam-macam, padahal yang ada hanya bejana, ember, panci, dan tempat wudlu. Sa’ad berkata, Hai Abu Abdillah berpesanlah kepada kami untuk dapat kami pergunakan sepeninggalmu. Berkata Salman, Hai Sa’ad berdzikirlah (ingatlah) kepada Allah ketika akan mengerjakan sesuatu, dan ketika menghukum dan melaksanakan apa yang telah engkau putuskan dengan sumpahmu.

    Juwaibir dari Adhdhahhak berkata Rasulullah saw ditanya, ya Rasulullah siapakah yang amat zahid? Jawab Nabi saw :

    من لم ينس المقا بروالبل وترك فضول زينةالدنيا واثرمايبق عل مايفن ولم يعد ايا مه وعدنفسه من الموتى

    Siapa yang tidak lupa kubur dan kerusakan, dan meninggalkan kelebihan dari perhiasan dunia, dan mengutamakan yang kekal dari pada yang sementara dan rusak, dan tidak menghitung-hitung harinya, dan menganggap dirinya dari golongan orang yang mati

    Seorang cendekia berkata, Kami mencari empat macam tetapi keliru jalan, kami kira kekayaan itu dalam banyaknya harta, tiba-tiba dalam qana’ah (teriman). Kami kira istirahat itu dalam banyak tiba-tiba dalam sedikit (artinya bertambah banyak bertambah repot dan tidak dapat beristirahat). Kami kira kehormatan itu dalam bentuk lahir, tiba-tiba dalam taqwa. Kami kira ni’mau itu dalam makan dan minum, tiba-tiba tertutupnya aib dan dosa dan islam (artinya jika Allah menutupi kesalahan dosa kita maka itulah ni’mat)

    Rasulullah saw bersabda :

    من أصبح والدنيا اكبر همه يلزم الله قلبه ثلاث خصال : هم لاينقطع عنه ابدا وشغل لا يتفرغ منه ابدا وفقر لايبلغ منتهاه ابدا

    Siapa yang pada pagi harinya menjadikan dunia ini kepentingannya yang utama maka Allah akan melazimkan dalam hatinya tiga macam : 1. Kerisauan yang tak terputus-putus untuk selamanya. 2. Kesibukan yang tidak ada istirahatnya untuk selamanya. 3. Rasa kefakiran yang tidak ada ujungnya sama sekali (untuk selamanya)

    Abdullah bin Mas’ud r.a berkata, tiada seorangpun pada tiap hari melainkan ia sebagai tamu, dan hartanya sebagai pinjaman, tamu harus segera berangkat meninggalkan tempat sedang pinjaman pun harus segera dikembalikan

    Alfaudhail bin Iyaadh berkata, Kejahatan itu semua dikumpul dalam sebuah rumah, sedang kuncinya ialah cinta kepada dunia. Dan kebaikan itu juga dikumpulkan dalam sebuah rumah dan kuncinya ialah zuhud (tidak tamak rakus) pada dunia

    Tsabit dari Anas bin Malik r.a berkata, Rasulullah saw bersabda, Allah telah berfirman :

    يفرح عبدي المؤمن إذا بسطت له شيئا من الدنيا وذلك أبعدله منى ويحزن إداقترت عليه الدنيا وذلك أقرب له منى

    HambaKU yang mu’min merasa gembira jika Aku luaskan sedikit daripada dunia, padahal yang demikian itu berarti jauh dari padaKU, dan susah jika Aku seretkan padanya dunia, padahal yang demikian itu lebih mendekatkan ia kepadaKU

    أيحسبون أنمانمدهم به من مال وبنين نسارع لهم فى الخيرت بل لايشعرون

    Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar (QS Al Mu’minuun : 55-56)

    Komentar ditutup.