7 Golongan yang di lindungi Allah di Padang Mahsyar


السلام عليكم ورحمة الله وبر كاته

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله الذى أرسل محمدا صلى الله عليه وسلم بشيرا ونذي را

اشهد انلا اله الا الله وحده لاشريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali ‘imran : 185)

Pada saat hari hisab datang, masing² sibuk dengan kehawatirannya akan amal perbuatannya masing². Ibu lupa dengan anaknya, anak lupa dengan orang tuanya, suami tidak lagi peduli dengan istrinya, semua dilanda kegalauan luar biasa, diliputi takut luar biasa. Hanya 7 golongan manusia yang mendapat keistimewaan dilindungi oleh Al ‘Aziz Yang Maha Perkasa Allah ‘Azza wajalla.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ بُنْدَارٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي خُبَيْبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar Bundar berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari ‘Ubaidullah berkata, telah menceritakan kepadaku Khubaib bin ‘Abdurrahman dari Hafsh bin ‘Ashim dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ‘ibadah kepada Rabbnya, seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah; mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’, dan seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena menangis.” (HR. Bukhari)

1. Pemimpin yang adil.

Pemimpin yang model gini yang sanggup melindungi rakyatnya, bukan malah bertindak dzalim. Mentang ² punya jabatan lantas membuat hukum seenak perutnya sendiri, mentang² berkuasa duit bawahannya di embat habis sampai buncit itu perut. Hati² woi wahai para pemimpin segala perbuatanmu akan di pertanyakan, akan dipertanggung jawabkan kelak. Kalau di dunia sanggup melindungi rakyatnya, sanggup membantu sesama, wajar kalau Allah menjadikannya aman. siapakah sebenarnya yang menjadi pemimpin?

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari ‘Ubaidulloh berkata, telah menceritakan kepadaku Nafi’ dari ‘Abdullah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala Negara), dia adalah pemimpin manusia secara umum, maka dia akan diminta pertanggung jawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarganya adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas mereka. Seorang isteri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan terhadap anak-anaknya dan dia akan diminta pertanggung jawaban atas mereka. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya dia akan diminta pertanggung jawaban atasnya. Ketahuilah bahwa setiap kalian adalah pemimipin dan setiap kalian akan diminta pertanggung jawaban atas siapa yang dipimpinnya “. (HR. Bukhari)

2. Pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ‘ibadah kepada Rabbnya.

Kalau ada orang tua yang demen ibadah, wajar. Tapi pemuda yang darahnya masih bergolak di penuhi nafsu tapi doyan ibadah tu luar biasa. Di zaman modern ini, zaman penuh fitnah dunia di mana mabuk jadi tren, pergaulan bebas, zina istilahnya free sex atau kumpul kambing jadi budaya kog ada pemuda yang lebih suka ibadah ini Allah paling demen.

Ada seorang kawan facebook yang berbisnis ternak ikan tapi niatnya cakep, “ya bang semoga bisa berangkatin haji orang tua”. Subhanallah pemuda model gini yang cakep abis. Insya Allah semoga Allah merahmati dan melindunginya serta keluarganya Aamiin.

3. Seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid.

Di saat bahan makan makin mahal, kebutuhan hidup mendesak bikin sesak dada, bikin pikiran selalu di sibukkan dengan urusan² dunia, urusan² perut bikin masjid jadi sepi. kenapa? jngankan kakinya melangkah ke masjid, hatinya saja galau sibuk mikir cari duit kemana. Laki² yang hatinya terpaut di masjid ini luar biasa, dunia berhasil di singkirkan, fitnah dunia tidak menyentuh hatinya.

4. Dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah; mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah.

Ketemu karena bisnis, duit, dunia seolah hidup cuma urusan perut saja. Allah itu ada, maut itu pasti, nggak usah tanya kapan, di mana, pokoknya mati. Kalau silaturahmi cuma karena urusan duit, jangan ngarep dah. Walaupun bisnis niatkan dong karena ibadah, dahulukan karena Allah, Insya Allah duit datang sendiri.

Ketemu tawur, ketemu hajar, ketemu jitak, musuh kita syaithan bang bukan sesama muslim. Kalau ketemu senyum, ketemu salam kan enak liatnya.

5. Seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah.

Wow, cowok mana yang nggak demen liat wanita cantik, kaya pula. Zina itu enak tapi bahayanya bikin merinding.

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman (QS. An-Nuur : 2)

6. Seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.

Awalnya bagus pas akad sedekahnya, “mas di tulis hamba Allah saja ya” pas keluar tereak ama warga, “eh tu yang di daftar tarikan masjid kemaren yang tulisannya hamba Allah itu saya tu, maklum haji 50 kali, jaga jangan sampe riya” sama aja dong ama riya.

7. Serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena menangis.

Subhanallah, air mata seorang muslim yang benar² beriman dan takut serta mengharap ridha Allah begitu mahalnya sampai² hanya setetes air mata saja sanggup menyelamatkannya dari urusan yang gawat kelak.

Sahabatku yang di muliakan Allah, hanya Allah tempat kita berlindung, tempat kita mengharap pertolongan, semoga kita menjadikan salah satu golongan yang kelak mendapat perlindungan Allah.

Mohon kepada para alim ulama, para sarjana, para ahli dan cerdik cendekiawan untuk berkenan menambah dan membetulkan, andaikata dalam penulisan saya ini terdapat kekeliruan, kekurangan serta kekhilafan. Begitu pula saya mengharap bimbingan dan sarannya. Dalam hal ini saya sangat berterima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s